Sublime Text 2

Amin Haras : Bahaya Radikalisme dapat Memecah Belah Persatuan

POHUWATO—Dalam rangka memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Pohuwato, serta terjalinnya hubungan komunikasi yang intens dan efektif antar pemimpin umat beragama, Pemda Pohuwato melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kamis, Kamis (13/7) di Aula Kantor Desa Buhu Jaya Kecamatan Paguat menggelar Sosialisasi Pengawasan Aliran Keagamaan dan Kepercayaan Masyarakat yang dibuka Wakil Bupati Amin Haras.


Dijelaskan Wabup Amin Haras, diantara persoalan yang muncul sekarang ini adalah adanya bahaya radikalisme agama dan terorisme serta aliran kepercayaan yang berada di luar konteks keagamaan, apalagi yang sudah menjurus menyesatkan dan menyimpang dari agama yang diakui di Indonesia. “Gejala yang menunjukkan ancaman ini muncul dalam berbagai bentuk seperti terjadinya konflik horisontal dibeberapa tempat yang dikaitkan dengan faktor-faktor ekonomi, politik atau budaya. Sehingga wajib bagi kita untuk mengantisipasi bahaya Radikalisme yang dapat memecah belah persatuan.” jelasnya.


Wabup Amin juga menambahkan, Pertikaian antar kelompok dalam masyarakat pada gilirannya dapat menjadi ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Oleh karena itu, kondisi yang kurang kondusif tersebut harus dihentikan, karena dapat menghambat upaya kita mewujudkan cita-cita kemerdekaan yakni mengantarkan Indonesia bangsa yang maju, sejahtera dan bermartabat,” tambah Wabup Amin.


Sebelumnya, Kepala Kesbangpol Tajuddin Pata menyampaikan, sosialisasi yang diikuti 100 orang peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas keagamaan dan dari Siswa Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo menghadirkan nara sumber diantaranya Kepala Kemenag Pohuwato Yudin Moonti, Unsur Polres, dan TNI.



Reporter  : Iwan Karim / Humas

Foto         : Iwan Karim / Humas

Editor      : Goesland Latarawe / PIC